Jumat, 03 Januari 2014

Sisi Lain Luis Suarez Si Penyayang Keluarga

Suarez menyatakan bahwa Sofia, yang ia nikahi tahun 2009 lalu, sudah memberinya dorongan dan kepercayaan diri ketika ia masih bergulat di tim yunior klub pertamanya, Nacional.

Sepanjang kariernya sendiri, penyerang asal Uruguay itu dikenal cukup kontroversial. Kasus rasisme dengan Patrice Evra dan terakhir gigitan ke Brainslav Ivanovic.

Saat merumput di Belanda bersama Ajax pun ia pernah tersandung kasus serupa sehingga dilarang bertanding sebanyak tujuh pertandingan.

Jauh sebelum itu, di awal kariernya, Suarez ternyata juga sempat dirundung sejumlah masalah. Bergabung dengan Nacional, yang bermarkas di Montevideo, pada usia 9 tahun, Suarez sempat nyaris dilepas lima tahun berselang. Bahkan setelah dipertahankan, ia pun masih dihambat masalah kedisplinan.

"Sampai usia 12 tahun aku sudah tahu ingin bermain sepakbola, tapi setelah itu, dari usia 12 sampai 14, aku melewati sebuah fase di mana sepakbola tak berjalan mulus buatku dan aku tidak mau belajar. Saat itu aku tak suka berlatih," tutur Suarez dalam bukunya, Vamos Que Vamos.

"Aku cuma suka bermain dan dengan begitu amat sulit buatku untuk mencapai sesuatu. Aku benar-benar kesal. Saat itu aku menjadi pemberontak dan itu justru menghambatku," ujarnya.

Pada umur 15 tahun Suarez bertemu Sofia yang usianya tiga tahun lebih muda. Cinta mulai bersemi dan ini rupanya berimbas amat positif buat si pesepakbola.

"Itu adalah sebuah perubahan besar dalam setiap hal. Saat itu aku amat malas belajar dan ia membantuku menyadari bahwa keadaan tak berjalan baik bukan karena aku bodoh melainkan karena aku bertindak masa bodoh."

"Aku lalu mulai mencetak gol. Dan aku sampai ke titik di mana aku nyaris memecahkan rekor di tim junior Nacional. Rekor dalam setahun penuh adalah 64 gol dan aku membuat 63. Hal-hal seperti itu memberi Anda kepercayaan diri," kenang Suarez.

Ketika Sofia kemudian pindah ke kota Barcelona, Suarez pun jadi punya motivasi ekstra untuk menembus tim inti Nacional dan menguak peluang pindah ke Eropa, agar memudahkannya untuk bisa bersama-sama lagi dengan si pujaan hati.

"Saat itulah aku mulai menyadari jika aku ingin ada di sisinya maka aku harus bekerja keras. Aku harus terbangun. Jadi aku mulai bekerja keras melampaui yang mesti aku lakukan. Karena urusan uang aku tidak bisa ke sana dengan gratis, demikian pula untuknya datang ke sini. Jadi aku harus berlatih maksimal agar bisa ke Eropa," tegasnya.

Debut Suarez untuk Nacional lantas dijalani pada 2005 ketika usianya 18 tahun. Setahun berselang impiannya membela klub Eropa terwujud usai ia direkrut klub Belanda Groningen. Ia pun mengakui bahwa dirinya kini sudah menjadi sosok yang amat sarat dengan tekad, di dalam dan di luar lapangan.

"Jika saat itu kepindahan belum terwujud, aku ingin terus berusaha, lagi dan lagi. Aku amat sangat ingin mencetak gol. Dan aku kira buatku begitu pula halnya dalam kehidupan. Jika aku menginginkan sesuatu maka aku benar-benar sangat menginginkannya. Dan jika aku tak mendapatkannya aku akan kesal," tambah Suarez.

Rupanya Sofia rajin menasihati Luis Suarez agar ia selalu bertindak sepatutnya. Suarez pun mengaku senantiasa berusaha menuruti nasihat itu agar tak mengecewakan istri tercinta.

Sofia sering memberitahunya agar fokus ke permainan sepakbolanya dan tidak usah membuat masalah, baik dengan ofisial maupun pemain lawan.

"Istriku selalu membuat pengamatan-pengamatan seperti, 'Kamu terlalu banyak berdebat dengan wasit dan pemain bertahan; kamu tidak terlihat bersemangat; sekalian saja kamu tak usah ada di lapangan'," kata Suarez seperti dikutip Sky Sports.

"Aku beranjak, memikirkannya, dan menyadari ia benar. Ia bilang orang terkadang harus mengambil jarak dan berpikir, itulah yang aku lakukan di luar lapangan meskipun aku biasanya rileks dan santai."

"Memiliki istri yang tekun menyaksikan pertandingan itu bagus. Ia mengenalku lebih baik dari siapapun dan aku ingin pengamatannya membantuku bermain lebih baik dan menjadi orang yang lebih baik," paparnya.

"Ia adalah pengkritik terbesarku, ia selalu datang dan menyaksikan pertandinganku," katanya ketika itu.

"Ia menegurku, apa yang aku aku lakukan, kenapa aku berdebat dengan wasit. 'Yang kamu lakukan hari ini cuma datang dan meneriaki orang-orang, kenapa kamu tidak berkonsentrasi main sepakbola saja?'"

"Jika aku tidak menurutinya, mereka (Sofia dan putri mereka, Delfina) tidak lagi mau menyaksikanku bermain. Inilah yang diperhatikan istriku dan juga oleh semua orang lain, jadi itu sudah membuatku berpikir," tutur Suarez saat itu.

Sabtu, 28 Desember 2013

Carragher: "Saya Sempat Ragu Dengan Rodgers"

Legenda Liverpool yang baru pensiun akhir musim lalu mengungkapkan bahwa ia menyesal pensiun setelah melihat performa Liverpool musim ini.

"Andai saja ketika itu bisa melihat masa depan, pasti kini saya tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Chelsea besok." ungkap Carragher.

Di balik penyesalan tersebut, Carra nyatanya bangga dengan pencapaian Liverpool sejak awal musim. Dia juga sangat puas akan kinerja Rodgers meski pada saat awal sempat meragukan sang manajer.

"Saya sempat skeptis dengan cara permainan yang diinginkan Rodgers. Kala datang ke sini, segala hal tidak mudah bagi dia."  ucap Carragher.

"Kenny Dalglish adalah Tuhan bagi para fans sehingga usai hengkang pun namanya tetap dinyanyikan tiap pekan. Sementara itu, dua rekrutan pertama Rodgers, Joe Allen dan Fabio Borini, justru tidak mampu membuat pengaruh besar," tambah Carragher.

"Tentu itu adalah sebuah ujian bagi karakter dan kemampuannya. Toh, ternyata kini Liverpool justru berhasil menunjukkan kematangan. Sesuatu yang sungguh tidak saya pikirkan 12 bulan lalu. Rodgers juga berhasil menangani situasi sulit (terkait Suarez) dengan sangat hebat pada musim panas lalu," pungkasnya.

Nyatanya pemain senior musim lalu seperti Carragher berani terbuka bahwa ia sempat meragukan kapasitas seorang Rodgers, seperti juga keraguan fans Liverpool.

Semoga Liverpool berhasil meraih kejayaan seperti yang dilakukan Shankly dan Paisley, atau bahkan lebih dari Beliau berdua!

Okay, Keep the Reds lads!!

Minggu, 15 Desember 2013

Luis Suarez, El Capitano!

Misteri siapa yang akan mengenakan ban kapten Liverpool saat melawan Spurs cukup mengundang tanya. Bagaimana tidak, wakil kapten Daniel Agger tidak menjadi pilihan utama di beberapa match terakhir, sedangkan saat melawan West Ham, Gerrard yang harus keluar karena cidera malah memberikan ban kapten kepada Glen Johnson, bukannya Lucas Leiva yang diketahui adalah kapten ke-3 Liverpool.



Pada akhirnya Luis Suarez lah yang mengenakan ban kapten Liverpool saat melawat ke White Hart Lane, Ini adalah pertama kali nya musim ini, bukan Steven Gerrard yang menjadi kapten Liverpool sejak menit pertama, ini mungkin achievement tersendiri untuk Luis Suarez dan ini menunjukkan begitu Luis Suarez di agungkan di kubu Merseyside Red. Semua dosa Luis Suarez musim lalu sudah pasti di maafkan oleh para The Kopites, kasus rasialis Patrice Evra, kasus jari tengah ke fans Fulham, kasus gigitan ke Brainslav Ivanovic, hingga permintaan transfer ke klub lain musim panas lalu, tapi rasanya semua fans Liverpool tetap memaafkannya dan terus mengelu-elukan nama Luis Suarez sekarang ini.

Bagaimana tidak, harus absen di 5 laga awal Premier League musim ini tetapi Luis Suarez lah pemimpin daftar Top Skor liga, bahkan meninggalkan nama Sergio Aguero di tempat kedua dengan 'hanya; 13 gol. Ya, berarti Luis Suarez mencetak 17 gol dari hanya 11 pertandingan! Total gol Luis Suarez lebih banyak dari 10 klub Premier League lainnya sampai saat ini. Bahkan secara statistik Luis Suarez mencetak gol setiap 58 menit!

Statisitik ini lebih baik dari Cristiano Ronaldo yang saat ini telah mencetak 17 gol dari 15 pertandingan di La Liga, dan 4 gol di antaranya lewat titik putih. Kita sebagai fans patut berbangga, karena Luis Suarez melakukannya di liga terbaik di dunia, setidaknya sampai sekarang ini.




Terlebih dari semua statistik di atas, kita akan menampilkan quote dari kapten Gerrard tentang performa Luis Suarez selama ini.

"Luis adalah kunci (Menuju Liga Champion), jika ia bertahan dalam performa ini dan terus mencetak gol seperti itu, tak ragu lagi, kami akan finish di empat besar. Itulah yang Luis inginkan dan yang pantas ia dapatkan. Ia pantas berada di Liga Champions. Pemain dengan kualitas sepertinya harus berada di Liga Champion."

Terlebih dari semua euforia raihan postif Liverpool akhir-akhir ini, ada satu hal meyedihkan yang mungkin akan terjadi (lagi), sesuai quote Gerrard yang satu ini.

"Kami beruntung memilikinya dan kami harus mensyukuri saat ia masih di sini. Jika ia terus bermain seperti ini, saya benci mengatakannya, tapi ia mungkin pergi."

Well, sekarang syukuri keberadaan Luis Suarez selama ia masih bermain di Liverpool!

*tulisan ini dimiliki @theredsfans, dan dikutip dari berbagai sumber

Sabtu, 07 Desember 2013

12 Fakta Mengenai Simon Mignolet

Kedatangan Simon Mignolet ke Liverpool untuk menggantikan Pepe Reina yang dipinjamkan ke Naples sempat di pertanyakan, Pepe Reina yang sudah 7 tahun membela Liverpool sejak era-Benitez seakan menegaskan Rodgers ingin membangun skuad dari awal, bukan meneruskan peninggalan pelatih sebelumnya.

statistik Simon Mignolet di musim 2012/2013 memang gemilang, bagaimana tidak ia menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak musim lalu padahal klubnya Sunderland berada di peringkat 17!



1. Mignolet memulai karir bersama Sint-Truiden di divisi 2 Belgia saat umurnya 18 tahun.

2. Ia bergabung dengan Sunderland di 2010, Mignolet bermain lebih dari 100 pertandingan untuk Sunderland di semua kompetisi hanya dalam waktu 3 musim.

3. Kiper internasional timnas Belgia ini sudah mengkoleksi 14 caps untuk negaranya, Mignolet sudah bermain untuk negaranya sejak di Belgia U16 berkala sampai ke Belgia U21, dan Timnas Senior Belgia sekarang.

4. Mignolet memiliki 11 cleansheet musim lalu, hanya lebih sedikit 3 cleansheet dibanding Pepe Reina, padahal Sunderland berada 10 peringkat dibawah Liverpool musim lalu.

5. Mignolet pernah mengalami patah hidung saat bertabrakan di atas lapangan dengan ex-Liverpool, Emile Heskey.

6. Mignolet pernah mencetak gol untuk mantan klubnya, Sint-Truiden di 2009. Ia mencetak gol di menit ke-88 lewat titik putih penalti, akhirnya klubnya menang 5-1.

7. Kebobolan paling banyak yang dialami Mignolet adalah ketika Sunderland kalah 6-1 dari Aston Villa di bulan April 2013.

8. Mignolet sudah menepis 4 penalti di Premier League, yaitu penalti Demba Ba, Tomas Rosicky, Luis Suarez dan Jon Walters. Dirk Kuyt pernah mencetak gol lewat titik putih ke gawang Mignolet saat ia masih menjadi pemain Sunderland.

9. Statistik penyelamatan per tendangan Simon Mignolet di musim lalu adalah 73% dibanding Pepe Reina yang hanya 69%

10. Mignolet bisa berbicara bahasa Inggris, Perancis, Belanda, Jerman dan bahasa Vlaams (Belgian-Dutch). Ia juga seorang Sarjana "Pengethauan Politik"

11. Simon Mignolet adalah pemain Belgia pertama yang bermain untuk Liverpool.

12. Simon Mignolet menjadi kiper pertama Liverpool yang berhasil melakukan penyelamatan penalti di debutnya.

Jumat, 18 Oktober 2013

Wawancara dengan Simon Mignolet

Sedikit wawancara harian BOLA dengan kiper utama Liverpool, Simon Mignolet.

Selamat buat timnas Belgia yang lolos ke PD Brasil 2014. Bagaimana rasanya menjadi pemain Belgia pertama di Liverpool?

Terima kasih. Sangat kaget waktu pertama kali mendengarnya. Bisa bergabung bersama klub besar dengan sejarah panjang seperti Liverpool saja sudah luar biasa. Kini saya juga punya kesempatan menjadi bagian dari sejarah itu sendiri.

Anda bersaing ketat dengan Thibaut Courtois (Atletico Madrid) di timnas Belgia.

Hanya dengan bermain baik bersama Liverpool saya bisa kembali memaksakan kesempatan buat terpilih lagi sebagai kiper utama Belgia.

Semuanya saling terkait. Jika saya tampil baik dan Liverpool berprestasi, kans saya di Belgia semakin besar. Piala Dunia sudah semakin dekat dan saya harus bisa melakukan itu.

Apakah Anda punya target pribadi di Liverpool?

Tentu saja. Seperti pemain lain, saya memiliki target personal yang ingin diraih. Akan tetapi, kepentingan klub selalu di atas segalanya dan saya harus menjadi bagian dari kesuksesan tim ini.

Saat ini siapa rekan yang paling dekat dengan Anda?

Sebagai seorang kiper, otomatis saya lebih sering menghabiskan waktu saat latihan dengan kiper lain (Brad Jones dan Danny Ward). Kami punya grup pemain yang besar dan saya berusaha mengenal baik semuanya.

Anda pernah mencetak gol penalti di awal karier. Pernah terpikir ingin mengulanginya?

Melihat fakta Liverpool memiliki salah satu pemain terbaik dunia untuk urusan mengambil penalti, Steven Gerrard, rasanya tidak. Biarkan sang ahlinya mengambil peranan itu.

Apa benar Anda fasih berbicara lima bahasa?

Ya, saya bisa berbicara lancar dengan bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Belanda dan Flemish (Belgia). Saya mempelajarinya ketika masih kuliah di jurusan politik universitas di Belgia.

Saya merasa perlu untuk mencari atau mempersiapkan rencana cadangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam karier, seperti cidera parah atau apa pun. Melanjutkan pendidikan adalah salah satu solusi yang saya pilih.

(source: indonesia.liverpoolfc.com)

Rabu, 16 Oktober 2013

Mengenal Pemain Akademi, Harry Wilson si Debutan Wales

Harry Wilson baru saja menjadi pusat perhatian, setelah pemain akademi Liverpool ini menjalani debut di timnas senior Wales.



Pada tahun 2005 Harry Wilson bergabung dengan Liverpool FC dari kampung halamannya, Wrexham saat masih berumur 8 tahun. Ia melakukan debut untuk Liverpool U18 saat menggantikan Kristoffer Peterson masih berumur 15 tahun pada bulan Februari, ketika Liverpool U18 menggulung Sunderland U18 4-1.
Selanjutnya ia membuat 6 penampilan dan berhasil membuat 2 gol.

Wilson menjadi pusat perhatian ketika ia membantu Liverpool U15 di ajang Milk Cup 2012. Para pengamat mengatakan ia lebih berbakat dari Seyi Ojo yang di datangkan dari MK Dons dengan mahar £1m.




Harry Wilson bahkan sempat bermain untuk Liverpool U21, ketika itu Liverpool dikalahkan 4-3 di pertandingan, pertama liga U21.

Harry Wilson sering kali dimainkan sebagai sayap kanan, meski ia juga mahir bermain sebagai sayap kiri. Ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemain sayap berbakat lainnya, Ryan Kent. Wilson sangatlah cepat, memiliki skill yang fantastis dan juga insting mencetak gol.

Fans Liverpool di Inggris memanggilnya "King of Academy", karena ia pernah mengalahkan pemain sayap lain, Seyi Ojo dan Ryan Kent saat latihan yang di filmkan untuk Soccer AM di bulan Agustus.

Untuk pengamat pemain akademi di Inggris, Harry Wilson dianggap sebagai prospek masa depan yang memukau karena penampilan impresif nya bersama skuad U16 musim lalu. Ia terkenal sebagai pencetak gol jarak jauh yang ulung, termasuk golnya ke gawang Stoke City bersama Liverpool U18, meski ia memiliki tubuh yang relatif kecil tetapi, ia terbiasa beradu fisik dan juga sangat mahir menggunakan tubuhnya untuk 
melewati lawan.



Harry Wilson akhirnya debut untuk Wales saat bermain imbang 1-1 melawan Belgia. Meski, dia hanya tampil tiga menit pada laga tersebut. Mantan pemain Liverpool, Craig Bellamy juga kebetulan pensiun dari timnas Wales di match tersebut.




Wilson memecahkan rekor sebelumnya milik Gareth Bale. Saat pertama kali membela Wales, usia Harry Wilson adalah 16 tahun 208 hari, sedangkan usia Bale saat debut di timnas senior adalah 16 tahun 315 hari. 

Wilson juga memecahkan pemain termuda Liverpool yang pernah membela timnas. Saat dipanggil timnas Inggris November lalu, usia Sterling adalah 17 tahun 342 hari. 




Meski Harry Wilson sekarang sudah debut di timnas senior Wales, ia tetap saja hanya pemain berprospek yang baru berumur 16 tahun, jalan panjang masih jauh di depan. Saat ini pun ia hanya lebih sering bermain di U18 dibandingkan U21.




(source: thisisanfield.com & liverpoolfc.com)

Selasa, 15 Oktober 2013

Mengenal Pelatih Liverpool U21, Alex Inglethorpe.

Tidak semua fans Liverpool mengetahui bahwa Liverpool memiliki tim U-21, yang tepat berada dibawah tim senior jika di susun seperti silsilah. Bahkan sebagian orang masih menganggap Liverpool U-21 adalah tim Reserve, meski bisa dibilang begitu, pasalnya FA memperbolehkan ada 3 pemain yang berusia di atas 21 tahun untuk masuk skuad U-21.

Beberapa pemain tim senior Liverpool, pernah merasakan masuk tim U-21, sebut saja Aly Cissokho yang baru-baru ini membantu Liverpool U-21 menggilas Spurs U-21 5-0! Bahkan Cissokho menyumbangkan 1 assist di match ini. Ya, Cissokho dimainkan di Liverpool U-21 karena ia baru saja sembuh cidera dan untuk mengembalikan kebugarannya.



Tidak semua fans Liverpool tertarik dengan tim bayangan ini, mengetahui nama pemain Liverpool U-21 belum tentu tahu, paling Raheem Sterling (udah promosi ke tim senior), Suso atau Jordon Ibe. Padahal, ada banyak pemain muda berpotensial, sebut saja Adam Morgan, Llyod Jones, Ryan McLaughlin, Joao Carlos Teixeira dll. (tambahin Kelly, Wisdom, Robinson, Flanagan kalau anda maksa tahu)




Tapi yang mau saya bahas itu pelatihnya, Alex Inglethorpe. Sebagian mungkin merasa asing, masih lebih familiar nama Rodolfo Borrell, pelatih U-21 sebelumnya yang dibawa Rafa Benitez ke Akademi Kirkby beberapa tahun lalu.

Inglethorpe adalah pelatih asal Inggris yang masih muda, sederet pemain berprestasi asal akademi Spurs adalah hasil sentuhannya, sebut saja Gareth Bale, Kyle Walker, Andros Townsend dan lain-lain yang kurang penting.

Inglethorpe memulai karier sebagai pemain dan kurang cemerlang, prestasi tertingginya sebagai pemain hanya di Leyton Orient. Sedangkan, karier kepelatihannya dimulai tahun 2001, di Leatherhead dalam peran pemain-manajer. Sementara di Leatherhead ia harus mengelola tim dengan anggaran hanya £500/minggu.




"Saya bekerja di sebuah gudang dan saya melatih U-18 tahun di Lewisham College (Leatherhead). Aku punya 70 sampai 80 anak-anak dan sebuah tas besar berisi bola dan saya harus membuat perubahan dari itu. Itu adalah hal sulit tapi mereka baik sekali." kenang Inglethorpe ke jurnalis Liverpool Echo.

Inglethorpe kembali ke Leyton Orient sebagai pelatih U-19 pada Januari 2004. Dia ditunjuk sebagai manajer dari Exeter pada Oktober 2004. Selama masa jabatannya di Exeter, klubnya pernah bermain imbang 0-0 dengan Manchester United di FA Cup.

Sementara melatih non-liga, ia juga sempat menjabat sebagai Asisten Manajer England National Game XI, tetapi ia mengundurkan diri pada bulan Oktober 2005, karena ia tidak senang dengan klaim yang mengatakan dia menggunakan posisi (sbg Asisten Manajer England National Game XI) tersebut untuk menekan pemain-pemain klub lain.
*FYI, England National Game XI adalah timnas Inggris yang berisi pemain-pemain semi-pro alias pemain dari klub non-liga.




Pada Juni 2006 ia meninggalkan Exeter untuk bergabung dengan staf kepelatihan di Tottenham, setelah pemecatan Martin Jol, ia menjabat sebagai asisten manajer caretaker Clive Allen sampai Spurs memperkejakan Juande Ramos. Setelah Ramos dipecat, Inglethorpe dijadwalkan untuk mengambil alih tim senior (caretaker) Tottenham untuk pertandingan liga melawan Bolton, meskipun akhirnya Spurs menunjuk Harry Redknapp sebelum match tersebut. 

Spurs U-18 dibawa oleh Inglethorpe menjadi tim yang menakutkan di EPL U-18, para pemain muda Spurs adalah hasil didikan dari Inglethorpe, ia menempah para pemain muda menjadi lebih kuat dalam edukasi strategi, mental dan kekompakan tim. Spurs U-18 bahkan sempat masuk NextGen Series (Liga Champion untuk U-19).

Pada tahun 2006, Spurs hanyalah tim papan tengah. Tapi sekarang? Spurs tidak hanya kuat di tim senior, tetapi juga akademinya. Pemain muda mereka siap saing dan bahkan beberapa hasil akademi nya (yang dijual atau di pinjamkan) berhasil menembus starting klub-klub EPL sekarang ini.

Ini adalah hasil kerja Inglethorpe di akademi Spurs dari 2006-2012. Yah, sepertinya cukup untuk mengetahui prestasinya dengan Spurs dahulu.
(tidak baik ngomongin klub lain banyak-banyak)



Pada tanggal 27 November 2012, Liverpool menaikkan jabatan Rodolfo Borrell dari yang sebelumnya pelatih U-21 menjadi Kepala Akademi Liverpool, dan otomatis Liverpool mencari pelatih baru untuk Liverpool U-21, dan direkrutlah Alex Inglethorpe dari Tottenham U-18.






"Saya senang karena Alex telah memutuskan untuk bergabung dengan kami dan terlibat dalam perjalanan panjang kami ini untuk menciptakan sebuah filosofi yang langsung diterapkan lewat klub ini. Komitmen serta keyakinannya terhadap segala sesuatu yang sedang kami kerjakan sekarang ini akan membawa sukses pada posisinya." komentar Rodgers tentang penunjukan Alex Inglethorpe.

Rodolfo Borrell (Kepala Akademi), Frank McParland (Direktur Akademi), Alex Inglethorpe (Pelatih LFC U18)


"Alex juga memiliki banyak pengalaman saat bekerja dengan Spurs U-18 selama bertahun-tahun, di mana ia telah membantu untuk menghasilkan beberapa pemain fantastis disana." sambung Rodgers.

"Aku yakin dia akan membantu kami meningkatkan level akademi. Ini adalah perekrutan yang fantastis dan saya tak sabar untuk bekerja dengan dia untuk tahun-tahun yang akan datang." tutup Rodgers.


Bahkan di musim 2012-2013, Liverpool U21 berhasil menembus Final Stage EPL U21, tapi berhenti di semi-final karena kalah dari Manchester United.

Ya, doakan saja Inglethorpe berhasil menelurkan pemain Liverpool U-21 menjadi pemain yang siap bersaing di tim senior. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan seputar Liverpool. Wassalam.



*tulisan ini ditulis dan dimiliki oleh @theredsfans, yang dikutip dari berbagai sumber.